Oh my Ghost....Seperti apakah negara Ku ini, yang katanya Kaya akan sumber alamnya, kaya akan tenaga sumberdaya manusianya. Yang katanya Jamrud katulistiwa, strategis letak geografinya diantara dua benua dan dua samudra. Yang menurut kata orang akan menjadi kekuatan baru di dunia, tp kenyataanya..? Indonesia makin terpuruk... pengangguran makin banyak, sumberdaya alam semakin habis, hutan semakin rusak dan gundul. Dimusim hujan terjadi banjir, dimusim panas banyak terjadi kebakaran hutan.
Dulu Negara Ku dikenal dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, rakyatnya ramah dan suka bergotongroyong, tapi kini..? Sifat toleransi sudah diabaikan, banyak kelompok yang memaksakan kehendak dengan segala cara, bahkan dengan tega membunuh sesama dengan Bom, dengan alasan Jihad. Belum lagi para Pejabat baik di daerah maupun pusat, ramai-ramai melakukan Korupsi, baik untuk kepentingan pribadi maupun kelompoknya, bahkan saat ini makin menjadi-jadi. Juga para Pengamat yang menjadi narasumber, kadang dalam mengemukakan dengan seenaknya mencaci-maki dan mengeluarkan kata-kata yang tidak ber-etika, dan menghina.
Kini dengan adanya keterbukaan sebagai hasil dari Reformasi, semakin banyak orang bebas mengemukakan pendapat yang katanya untuk menyampaikan kebenaran dan selalu berlindung dibalik Demokrasi, tanpa memperdulikan etika dan kepatutan , serta dampak yang ditimbulkan. Demikian juga para kuli tinta (wartawan) sekarang merasa bebas menyampaikan berita, dan selalu merasa benar serta berlindung dibalik UU Jurnalistik, tanpa memperdulikan etika dan efek yang ditimbulkan (terutama infotainmen), dan tanpa sadar berusaha membuat opini dimata masyarakat menurut kamauannya, yang tanpa sadar membuat bingung masyarakat.
Apalagi akhir2 ini kita selalu disajikan berita-berita yang isinya membuat kita bingung, terbentuk opini sendiri akibat berita tersebut, dan kadang membuat kita sendiri bingung dengan kalakuan dan pendapat para narasumber, baik berita di media cetak maupun media elektronik yang berusaha meyampaikan pendapat mereka adalah yang benar.
Mengapa Negara Ku telah menjadi Republik Paranoid ?
Beberapa kali kita disajikan berita yang menunjukkan negara ini adalah Republik Paranoid, akibat dari pendapat orang-orang yang merasa dirinya pintar.
- Kita tidak menyangkal bahwa di negara kita beberapa waktu lalu marak dengan aksi terorisme yang melakukan pengeboman dengan akibat korban yang tidak sedikit. Kemudian dengan segala kemampuan yang ada Pemerintah memerintahkan aparatnya untuk membongkar jaringan sampai ke-akarnya. Kemudian ditemukanlah indikasi bahwa target dari aksi teror tidak hanya kepentingan Asing saja , tetapi sudah mengarah kepada pejabat dan presiden. Kemudian ramailah para pengamat dan para elit yang menyatakan presiden sudah paranoid, dan hasil investigasi intelejen cuma untuk kepentingan penguasa dan tidak akurat. Semua pernyataan tersebut hanya untuk pencitraan Presiden.
- Karena sering terjadi aksi teror , banyak kalangan termasuk DPR menyalahkan Pihak Intelejen yang dinilainya lemah, dan lamban. Tapi pihak intelejen membantah bahwa mereka sudah mengindikasikan dan sudah melaporkan kepada pihak yang berwajib, dan berpendapat mereka merasa lemah karena tidak mempunyai hak untuk melakukan penangkapan. Kemudian diajukanlah RUU Intelejen oleh pemerintah kepada DPR. Tapi anehnya banyak kalangan yang sudah Paranoid lebih dahulu atas pengajuan RUU intelejen tsb. Mereka sudah merasa ketakutan lebih dahulu bahwa nantinya UU ini akan disalah gunakan oleh penguasa untuk melakukan penangkapan. Hingga saat ini RUU tersebut masih dalam perdebatan yang belum menemui titik temu , sampai terjadi lago Aksi pengeboman di Cirebon dan baru-baru ini di Solo.
- Setiap Presiden menyampaikan sesuatu, selalu dipandang miring dan diterima dengan pemikiran negatif, dan dibuat berita yang belum tentu kebenarannya. Misalnya baru-baru ini presiden menyampaikan pendapatnya mengenai Bom di Solo, beberapa dari anggota DPR dan kalangan LSM seperti :
Teguh Juwarno Anggota Komisi I DPR asal Fraksi Partai Amanat Nasional mengatakan, aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Solo, Jawa Tengah tidak boleh dijadikan alasan untuk mempercepat pengesaha Rancangan Undang-Undang Intelijen. (http://nasional.kompas.com/read/2011/09/26/1352324/Teguh.Bom.Sollo.Jangan.Jadi. Alasan.Desak.RUU.Intelijen)
Usman Hamid, Aktivis Hak Asasi Manusia menilai pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai bom Solo cenderung ingin memperkuat alasan untuk mengesahkan Rancangan Undang-Undang Intelijen. (http://nasional.kompas.com/read/2011/09/26/12534388/Pidato.SBY.Upaya.Percepat.Pengesahan.RUU.Intelijen)
Dengan masing-masing pihak menunjukkan sikap curiga dan main tuduh menunjukkan sikap paranoid, maka negara ini dikelola oleh orang-orang paranoid maka jadilah negara ini Republik Paranoid. Apakah di dalam masyarakat umum yang disebut rakyat juga telah tertular sikap paranoid ..? Apakah Rakyat sudi negara ini dikelola oleh para Paranoider...?
Mengapa Negara Ku telah menjadi Republik Pandir ?
Kalau kita mengikuti berita di media cetak maupun media elektronik, terutama di acara talkshow dan sejenisnya, ditampilkanlah orang-orang yang katanya pintar dan dijadikan sebagai Narasumber, entah dia dari Politikus, Pengamat, Budayawan, sampai Paranormal.
Coba kita lihat beragam pendapat dari mereka baik dibidang Politik, Ekonomi, Sosial, Hukum, hampir rata-rata menyatakan para pejabat di negara ini Bodoh, tidak becus dengan segala argumennya.
Presiden kita Bodoh, para menteriya gak becus, anggota DPR gak benar, Ketua MA dan jajarannya payah, Ketua MK juga sama, Kejaksaan gak benar, Kapolri memble, KPK apalagi sepertinya dianggap tidak bisa kerja.
Kalau semua bodoh rakyatnya sdh pasti bodoh, kenapa..? karena rakyat juga bodoh, tidak bisa memilih presiden, dan anggota DPR. Jadi negara ini jadilah Republik Pandir, karena isinya cuma orang-orang bodoh, dan cuma segelintir orang Pintar yaitu para Pengamat yang pintar. Pintar Bicara, pintar omong, pintar nyalahin orang, yang memang kerjaannya cuma Bicara, cari uang ya dari Bicara...
Apakah mereka lupa, apa yang mereka sampaikan adalah mengenai Ilmu sosial, Ilmu tidak pasti. Suatu masalah bisa dilihat dari bermacam sudut pandang, janganlah merasa paling benar.
( Cuma sekedar melepas uneg-uneg, terserah pendapat anda, wong dinegara ini bebas berpendapat kok.. jangan-jangan saya juga sudah paranoid)
0 komentar:
Posting Komentar