Cinta dan benci adalah suatu pribadi yang berbeda. Jika cinta sudah memenuhi kalbu, kebencian tidak akan mempunyai tempat. Begitupun sebaliknya, jika benci memenuhi hati, cinta akan tersingkir. Cinta dan benci, tidak bisa serumah, dia seperti malaikat dan syaithon. Tinggal kita memilih, mau menanam cinta, atau atau menabur kebencian?
Jadilah pribadi penuh cinta yang akan menebarkan benih-benih cinta
Cinta, adalah anugerah teindah dalam hidup. Keberadaannya membuat dunia yang keras dan gelap berubah menjadi ketegaran dan harapan baru. Dia adalah sumber inspirasi, penambah daya terhadap kekuatan fisik yang tak seberapa.
Hanya karena cinta, seseorang dapat mengorbankan segalanya. Cinta, sebuah kekuatan yang sangat dahsyat.
Cinta yang muncul hanya sekedar mencintai dan jatuh cinta kepada seseorang karena tampilan fisik yang menarik, adalah sebuah ekspresi cinta tingkat rendah, cinta yang dimiliki oleh semua jenis makhluk, termasuk binatang.
Sahabat adalah orang-orang yang terikat secara psikologis keberadaannya. Dia bukan hanya hadir didekat kita tetapi juga hadir dalam hati, dan terkadang kehadirannya absen didekat kita, tetapi tetap hadir dihati.
Jika diumpamakan cinta itu sebuah pohon, dan pohon itu bisa berbuah, maka buah dari pohon itu adalah KEBAHAGIAAN. Sebaliknya jika menanam pohon kebencian, dan pohon itu juga berbuah, maka buah dari pohon itu adalah KESEDIHAN.
Cinta begitu mahal untuk di obral, tetapi manusia paling pelit adalah manusia yang jarang menyumbangkan cinta. Bahkan dia akan tergolong manusia bengis, jahat ataupun tidak berperikemanusiaan.
Untuk berbagi cinta, kita harus mempunyai stok cinta yang sangat besar. Manusia, mempunyai dua jenis stok dalam hidupnya, yaitu cinta dan benci. Bisa dibayangkan, jika stok kebencian yang mendominasi gudang hidup kita, maka yang akan disumbangkan adalah kebencian. Akibatnya adalah kehancuran.
Cinta dan benci ibarat sebuah pohon yang bisa tanam dan dipupuk, sehingga jangan khawatir akan kekurangan stok. Selama masih hidup, dia akan terus tumbuh. Tanam dan peliharalah pohon cinta untuk mendapatkan kebahagiaan.
Cinta semu yang tumbuh dalam pacaran adalah sebuah “kebohongan” yang bersembunyi di balik embel-embel kata cinta dan kata sayang.
(Psychologymania)
0 komentar:
Posting Komentar