lustrasi: Batas RI-Malaysia
[JAKARTA] Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Hartind Asrin menyatakan, Indonesia masih memiliki 9 persoalan batas wilayah darat dengan Malaysia. Masalah perbatasan darat itu masih dirundingkan secara intensif dan komprehensif antara kedua belah pihak. Tetapi dia pastikan, tidak ada wilayah Indonesia yang dicaplok Malaysia di perbatasan kedua negara.
Hartind Asrin mengatakan hal itu kepada SP, di Jakarta, Rabu (12/10). Dia menjelaskan, di Sektor Barat yakni, Kalimantan Barat/Indonesia dan Serawak/Malaysia ada 4 batas darat yaitu Batu Aum, Sungai Buan, Gunung Raya, D.400.
Sedangkan Sektor Timur: Kalimantan Timur/Indonesia dan Sabah/Malaysia ada 5 OBP (Outstanding Boundary Problems) yaitu Pulau Sebatik, Sungai Sinapad, Sungai Semantipal, B2700-B3100 dan C500-C600. Penduduk Tanjung Datu adalah penduduk DesaTemajuk, berpenghuni sekitar 493 KK dengan luas wilayah ± 4750 Km2 (dengan jumlah penduduk kurang lebih sekitar 1883 jiwa), terdiri dari 2 dusun yaitu Dusun Camar Wulan dan Dusun Maludin.
“Wilayah Tanjung Datu berdasarkan perjanjian tahun 1978 sudah tidak berstatus OBP lagi. 9 OBP tersebut sampai saat ini masih dalam proses perundingan di JIM (The Joint Indonesia-Malaysia Boundary Committee on The Demarcation and Survey International Boundary) antara Delegasi Indonesia yang dipimpin Sekjen Kementerian Dalam Negeri dengan Malaysia. JIM merupakan annual meeting dimana JIM ke-36 akan dilaksanakan akhir tahun ini di Indonesia,” katanya.
Permasalahan batas darat Indonesia-Malaysia, terangnya, akan diselesaikan sesuai hukum dan prosedur.
Mekanisme penyelesaian permasalahan perbatasan darat Indonesia dan Malaysia dilaksanakan, lanjutnya, melalui penandatanganan perjanjian oleh kedua pemerintahan dan selanjutnya diratifikasi oleh Parlemen masing-masing negara.
Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul menegaskan, TNI sangat serius menjaga wilayah perbatasan. “Kita tidak main-main dalam menjaga wilayah perbatasan. TNI akan menindak tegas siapapun yang berupaya mencaplok wiulayah NKRI. Sebab, TNI sampai saat ini diberikan tanggungjawab untuk terus melakukan penjagaan di wilayah perbatasan RI dengan negara lain. Siapapun yang menyaplok tanah Indonesia meskipun hanya sejengkal, tegas Iskandar, maka akan ditindak tegas," jelasnya.
Dia mengatakan wilayah NKRI sampai saat ini masih utuh. Informasi pencaplokan wilayah NKRI oleh Malaysia tidak benar. “Tidak ada wilayah NKRI di Tanjung Datu dan Pulau Camar yang patok batasnya digeser sehingga ribuan hektar wilayah Indonesia berpindah tangan menjadi milik Malaysia," imbuhnya.
Sampai saat ini, katanya, personel TNI terus berjaga-jaga disana. Tidak ada oknum TNI yang bermain di balik luas wilayah perbatasan. “Kodam XII Tanjung Pura terus memantau wilayah sana baik dari pihak Polisi Militer atau personel jaga,” pungkasnya.
Sumber :
0 komentar:
Posting Komentar